Audiensi siswa SD Bantul Timur di DPRD Bantul

Jumat Wage, 1 Mei 2009 00:00 WIB ∼ 136 Komentar (0)

Puluhan anak berseragam warna biru corak batik datang memasuki gedung DPRD. Melihat sosok dan perkiraan usianya, nampaknya anak-anak tersebut masih duduk dibangku Sekolah Dasar. Kehadiran serombongan anak SD tersebut oleh beberapa staf HUMAS Sekretariat DPRD Kabupaten Bantul langsung disambut dengan senyum dan sapa yang ramah. Selanjutnya anak-anak tersebut dipersilahkan masuk ke ruang lobi dan dipersilahkan untuk duduk. Dihadapan BASUKI, SPd. guru yang mendampingi rombongan murid tersebut, staf Humas tersebut menyampaikan bahwa sebagian anggota DPRD masih dalam perjalanan sehingga sambil menunggu kalau bersedia semua murid akan dipandu  untuk melihat berbagai informasi  melalui media yang tersedia di ruang lobi dan melihat-lihat beberapa ruang kerja DPRD. Kehadiran serombongan murid SD yang ternyata dari SD Negeri Bantul Timur tersebut memang tidak begitu mengejutkan, sebab jauh hari sebelumnya secara resmi telah memberitahukan dengan surat akan adanya keinginan untuk belajar dengan melakukan dialog langsung dengan anggota DPRD.

Sekilas tulisan di atas menggambarkan bahwa konsep DPRD sebagai  “ RUMAH RAKYAT “ ternyata bukan sekedar sebuah wacana, atau konsep yang sudah basi, namun ternyata masih diberlakukan bahan selalu diperbaiki. “ RUMAH RAKYAT “ juga bukan saja sekedar menjadi daya tarik bagi masyarakat dewasa, namun bagi anak-anak setingkat SD-pun menjadi cukup nyaman. Terus apa jadinya jika anak-anak kelas IV SD  mengunjungi Kantor DPRD Kabupaten Bantul. Dihadapan anggota komisi A DPRD Bantul yang menemuinya, berbagai pertanyaan pun muncul dari beberapa mulut kecil anak-anak tersebut. Sungguh pemandangan yang membanggakan sebab anak-anak yang masih kelas IV tersebut dengan berani namun tetap polos dan sopan  menyampaikan berbagai pertanyaan..

“DPR, DPRD, DPRD Kabupaten” lembaga apakah itu? kenapa lembaga tersebut harus terbentuk? Siapa-siapa sajakah yang berada didalamnya? Apa tugas sehari-hari dari  DPRD? Menurut Basuki, kehadiran rombongan siswa SD Bantul Timur tidak lain untuk beraudiensi dengan dewan karena ingin melihat secara langsung DPRD yang selama ini hanya sekedar dipelajari dari buku. Karena kebetulan sekolah ini dekat dengan Kantor Dewan, maka kami berinisiatif mengajak anak-anak tersebut untuk berbincang secara langsung dengan Bapak-Bapak Dewan, demikian sambutan Basuki, S.Pd. dalam menyampaikan maksud dan tujuan kehadiran rombongan ini.

Menanggapi pertanyaan tersebut, jajaran Komisi A yang diwakili Agus Efendi, SE, KH.Ikhsanuddin Muslim LC, Ir. Atmaji dan H. Ahmad SE dengan sabar menerangkan kelembagaan DPRD, tugas pokok dan fungsinya, jumlah anggota dan peran serta DPRD dalam pembangunan Kabupaten Bantul. Pertanyaan-pertanyaan kritis namun lucu kerap muncul dalam suasana audiensi yang sangat akrab tersebut, misalnya : “mengapa kita merubah budaya mencoblos dengan menyontreng pak?” kata Ulin, salah seorang siswa. “Dari umur berapa Bapak Ketua DPRD menjadi DPRD?” tanya Adnan lugu. “Apa sih pak keuntungan menjadi anggota DPRD?”  tanya   Dewi dan terakhir “ DPRD adalah lembaga apa? tanya Aldi.. semua pertanyaan dijawab dengan ramah dan gembira oleh Bapak-bapak Dewan. “ kunjungan ini adalah sebuah kunjungan audiensi yang memiliki nuansa baru bagi kami” tegas Kyai Ikhsan, “Semoga audiensi ini bisa lebih mendekatkan lembaga DPRD kepada setiap level masyarakat  baik yang berusia muda atau tua, kalangan akademisi bahkan masyarakat awam” timpal H. Ahmad.

Sebelumnya anak-anak kelas IV SD Bantul timur ini menyempatkan diri menyaksikan kegiatan-kegiatan DPRD yang ditayangkan dalam plasma  di lobby DPRD, beberapa diantaranya bahkan berkomunikasi dan bertanya dengan staf sekretariat DPRD tentang  informas-informasi yang ada dalam layanan interaktif “Pojok Informasi DPRD”. Rasa penasaran dan keingintahuan sangat kentara terlihat di wajah anak-anak itu. Mereka juga terlihat asyik memencet-mencet monitor yang bisa langsung memilih menu-menu informasi bagaikan sebuah mainan, berbeda dengan yang mereka miliki di rumah.

KH. Ichsanudin Muslim salah satu anggota Komisi A yang sempat ditemui BIWARA menyampaikan bahwa kehadiran siswa SD ke DPRD merupakan hal yang langka dan memmbanggakan karena kalau sejak kecil mempunyai mental yang cukup berani, maka hampir dipastikan nanti akan menjadi anak yang bisa diandalkan.

DPRD bahwa Kantor Dewan Perwakilan Rakyat selalu tidak sepi dengan kunjungan tamu, baik itu tamu dari pemerintahan ataupun tamu yang ingin menyampaikan aspirasi. Riuh rendah kedatangan tamu yang melakukan demonstrasi karena tidak puas dengan sebuah kebijakan tertentu juga mewarnainya. Dewan Perwakilan Rakyat sejatinya adalah implementsai perwakilan rakyat, artinya kantor dewan sering pula diartikan “rumah rakyat”  bagi masyarakat.

Ternyata mereka mengungkapkan pertanyaan-pertanyaan yang kadang tidak bisa diduga sebelumnya oleh Anggota Dewan. Menurut Basuki yang mendampingi, bahwa dalam salah satu bab pada mata pelajaran PKN ada bahasan yang memasukkan kelembagaan Dewan Perwakilan Rakyat terkait tentang pengertian kelembagaan, tugas pokok dan fungsi serta tingkatan dari Dewan Perwakilan Rakyat.



Komentar (0)

Nama harus di isi.
Format E-mail tidak tepat.
Pesan harus diisi, minimal 10 karakter, maksimal 1000 karakter.