KOMISI B TINJAU PABRIK PUPUK ORGANIK DI SANDEN

Selasa Legi, 2 Juni 2009 00:00 WIB ∼ 139 Komentar (0)

Kondisi perpupukan di Indonesia dewasa ini mengalami banyak sekali goncangan, baik yang berwujud naik-turunnya harga, kelangkaan  sampai dengan distribusi yang belum menemukan sistem yang baik.

Pemerintah Kabupaten Bantul secara pro aktif selalu mencari solusi akan terjadinya permasalahaan pupuk ini. Mengingat Bantul memiliki banyak sekali potensi pupuk organik maka salah satu solusi  adalah pendirian pabrik pupuk organik di Kabupaten Bantul.DPRD Kabupaten Bantul lebih khusus lagi Komisi B sebagai mitra pemerintah daerah ikut serta dalam memantau kemajuan dan produksi pupuk ini.

Baru-baru ini Komisi B melakukan pemantauan Pabrik pupuk ini di Kecamatan Sanden, dan didapatkan beberapa kesimpulan sebagai berikut:

  • Semenjak pabrik tersebut dibangun dan sampai sekarang belum bisa berproduksi karena mengalami beberapa kendala antara lain mengenai listrik. Dan baru tiga hari ini listrik dapat menyala, sehingga diharapkan dalam minggu-minggu ini mesin dapat diujicobakan operasionalnya.
  • Juga kendala lain adalah kondisi jalan yang belum sepenuhnya keras. Memang ada perkembangan yang cukup melegakan yakni telah diaspalnya jalan dari jalan raya menuju ke lokasi pabrik pupuk tetapi kurang beberapa meter untuk sampai di lokasi pabrik yang belum diaspal. Sehingga kadang menimbulkan permasalahan dengan kendaraan yang akan ke lokasi.

Sumiharto Ketua Komisi B  berpesan agar Pabrik yang didirikan dengan dana APBD yang tidak sedikit tersebut dapat menyerap tenaga kerja dari sekitar pabrik sehingga dapt memberikan lapangan kerja bagi masyarakat sekitar dan otomatis perekonomian sekitar akan terangkat. Selain itu  segera diajukan Raperda tentang peredaran pupuk yang dapat memberikan payung hukum terkait dengan pupuk organik tersebut.

Senada dengan Sumiharto, Drs. Edy Susila (anggota Komisi B) dan berharap untuk dapat menjaga kelangsungan pabrik petroganik ini untuk menuju swasembada pangan dengan menggunakan pupuk non kimia ini.

Sebagai tambahan informasi bahwa produksi terpasang pabrik pupuk petroganik adalah 2 ton per hari sedangkan produksi pupuk Bantul per hari adalah 20 Ton per hari. Dengan harga jual per kilo setelah adanya subsidi dari pemerintah adalah sebesar Rp. 1.500,-

Sekretaris Komisi B, Jupriyanto, mengatakan bahwa Dinas terkait dalam hal ini Dinas Pertanian dan Kahutanan diminta untuk mengkaji kesepatan dan pola kerjasama dengan Petrogres agar perusahaan dapat terus berproduksi berkelanjutan. Terkait dengan masyarakat petani di Kabupaten Bantul, Jupriyanto meminta untuk penyuluhan kepada para petani sebab dengan adanya pupuk organik maka para petani akan mengalami kekagetan pola pemupukan. Sehingga petani perlu pendampingan sebab secara perlahan pemupukan harus diganti dari model pemupukan dengan memakai pupuk kimia ke pemupukan organik. Sehingga dengan pendampingan tersebut maka tanaman tidak mengalami kekagetan yang bias menimbulkan kegagalan panen. Jupriyanto meminta agar untuk menjaga ketersediaan pupuk maka harus dijaga agar pupuk organik tersebut tidak keluar dari Bantul. Dan harga jual kepada petani harus kompetitif dengan harga pupuk pabrikan/kimia.



Komentar (0)

Nama harus di isi.
Format E-mail tidak tepat.
Pesan harus diisi, minimal 10 karakter, maksimal 1000 karakter.