MENGENAL KANKER LEBIH DINI, ANGGOTA DPRD IKUTI WORKSHOP YPKI

Rabu Pahing, 3 Februari 2010 00:00 WIB ∼ 443 Komentar (0)

Semua jenis penyakit yang terjadi pada tubuh manusia selalu diawali satu proses. Begitu pula terbentuknya Kanker memerlukan waktu yang cukup lama, kebanyakan berlangsung selama 15-25 tahun.
Karena proses yang terjadi lama, maka banyak penderita baru menyadari bahwa penyakit yang diderita dinyatakan parah oleh dokter ketika memeriksakan diri di Rumah sakit. Penyebabnya karena penderita terlambat mengetahuinya.
Yayasan Peduli Kanker Indonesia (YPKI) sebagai sebuah lembaga yang selama ini mencermati dan peduli terhadap kanker selalu melakukan sosialisasi bahaya kanker. Rabu, 3 Februari 2009 ini YPKI melakukan sosialisasi Kanker di DPRD Kabupaten Bantul.
Acara yang diikuti oleh anggota DPRD Kabupaten bantul ini, dibuka oleh Wakil Ketua DPRD Bantul Suhidi, SH. Dari YPKI menampilkan narasumber Indrayani.
Berikut sedikit materi yang dibicarakan:
Ada beberapa jenis kanker, diantaranya  2 jenis penyakit kanker terbanyak yang diderita kaum wanita adalah kanker payudara dan kanker leher rahim, jenis kanker yang banyak diderita kaum pria adalah kanker nasofarings serta kanker paru yang sangat terkait dengan perilaku merokok.
Kanker payudara merupakan kanker terbanyak pada wanita. Keberhasilan terapi kanker payudara sangat ditentukan oleh stadium pada waktu kanker ditemukan, sehingga deteksi dini kanker payudara sangat diperlukan misalnya dengan SADARI (pemeriksaan payudara sendiri) atau melalui mammografi yaitu deteksi yang dilakukan dengan suatu alat yang dapat memberikan gambaran adanya kanker di payudara.Ditekankan, apabila pada saat melakukan SADARI ditemukan benjolan atau perubahan pada payudara, maka segera harus menghubungi dokter.
Kanker leher rahim angat menekankan bahwa kanker ini termasuk jenis kanker yang dapat dilakukan deteksi dini. Ada cara deteksi dini untuk jenis kanker ini dengan IVA yang sangat murah biayanya. IVA adalah suatu cara deteksi dini dengan mengoleskan asam asetat ke leher rahim yang dilakukan oleh tenaga terlatih. Deteksi yang lain melalui Pap-Smear, dokter atau petugas kesehatan yang terlatih melakukan usapan pada selaput lendir leher rahim dengan suatu alat. Pap-Smear dilakukan sekali setiap tahun atau atas petunjuk dokter, dilakukan pada wanita yang sudah menikah atau sudah melakukan sanggama.
Jenis kanker yang banyak diderita oleh kaum pria adalah kanker nasofarings dan menyatakan bahwa 90 % kasus yang ditemukan biasanya sudah pada stadium lanjut. Gejala awal biasanya tidak khas misalnya hidung buntu, kadang mimisen, telinga berdengung dan pada stadium lanjut terjadi benjolan di leher, mata juling serta sakit kepala.
Kanker paru sebenarnya multifaktorial, salah satunya adanya faktor perokok atau perokok pasif. Hasil penelitian membuktikan, bahwa ada hubungan positif antara merokok dan kanker paru. Orang yang menerima asap rokok dari perokok sekelilingnya (perokok pasif) mendapatkan risiko yang berbahaya pula. Pada kesempatan tersebut, mengajak peserta untuk menghindari merokok dan asap rokok serta hal ini perlu banyak disosialisasikan pada masyarakat luas.



Komentar (0)

Nama harus di isi.
Format E-mail tidak tepat.
Pesan harus diisi, minimal 10 karakter, maksimal 1000 karakter.