Talkshow DPRD Malam Ini Menampilkan Tema Administrasi Kependudukan

Senin Legi, 7 Juni 2010 00:00 WIB ∼ 214 Komentar (0)

DPRD Kabupaten Bantul kembali menayangkan Talkshow yang akan disiarkan langsung oleh Jogja TV pada Senin Malam (Pukul 20.00 -21.00 WIB) 7 Juni 2010. Pada edisi kali ini akan mengangkat tema "e-KTP Sebagai Solusi Perbaikan Administrasi Kependudukan di Kabupaten Bantul"

Narasumber yang akan hadir:

  1. Eko Julianto Nugroho, SE (Ketua Komisi A)
  2. H. Agus Effendi, SE ( Wakil Ketua Komisi A)
  3. Bambang Guritno, SH (Kepala Dinas Kependudukan)

Resume materi Talkshow adalah sebagai berikut:

 Dalam beberapa tahun terakhir ini, rakyat Indonesia dihadapkan pada beberapa permasalahan yang berkaitan dengan kelemahan dalam administrasi kependudukan. Mulai dari orang meninggal yang mendapatkan hak suara ataupun kepemilikan KTP ganda yang menyebabkan permasalahan pada kepemilikan suara ganda dalam PEMILU legislatif, PEMILU Presiden maupun PEMILUKADA, Penerapan asuransi kesehatan bagi rakyat miskin yang tidak sampai sasaran karena penjelasan profesi di KTP yang kurang detail sampai dengan penyalahgunaan KTP sebagai alat bagi para penjahat/teroris lebih leluasa berganti identitas.
       Menyikapi merebaknya permasalahan tersebut, berdasar amanat Undang-undang nomor 23 tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan, Presiden kemudian mengeluarkan Peraturan Presiden Nomor 26 tahun 2009 tentang Penerapan Kartu Tanda Penduduk Berbasis Nomor Induk Kependudukan (NIK) secara Nasional sebagai pedoman pelaksanaan penerapan e-KTP. 
       Nomor Induk Kependudukan (NIK) berlaku secara nasional, dalam bahasa sederhana satu orang penduduk hanya memiliki satu NIK. Data yang ada dalam NIK ini secara otomatis masuk  dalam Sistem administrasi Kependudukan (SIAK) yang merupakan data kependudukan dari seluruh wilayah Indonesia dalam satu jaringan integral. Di dalamnya, semua data kependudukan di daerah-daerah saling terkoneksi. Mulai dari tingkat desa, kelurahan, hingga kabupaten dan provinsi. Dengan SIAK, data kependudukan dari Sabang hingga Merauke bisa dilihat dan dimonitor oleh pemerintah pusat. Tidak hanya terkoneksi, database kependudukan itu akan selalu aktual atau up to date. Penduduk yang meninggal, bertambah usia, dan pindah rumah bisa dilihat dalam sistem tersebut. Karena sifatnya yang aktual dan lengkap, SIAK akan menjadi dasar bagi semua kebijakan kependudukan di Indonesia.
       Penerapan sistem seperti ini tidaklah semudah membalikkan telapak tangan mengingat kegiatan ini melibatkan ratusan juta penduduk Indonesia. Kesuksesan pelaksanaan SIAK sangat didukung oleh NIK dan penerapan e-KTP. Nomor Induk Kependudukan haruslah hanya dimiliki seorang penduduk dan tidak bisa dialihkan. Aplikasi NIK harus menyentuh segala usia, bisa diibaratkan “bayi lahir harus langsung punya NIK”.
       Masyarakat yang memegang e-KTP otomatis hanya memiliki satu nomor NIK dan terdata secara lengkap dalam SIAK. Data-data yang masuk e-KTP lebih lengkap dibandingkan KTP konvensional sekarang ini karena secara fisik e-KTP memiliki chip yang berisi memori yang menyimpan data pemegangnya secara lengkap bak kartu kredit yang menyimpan data transaksi, keunggulan lainnya adalah nomor NIK yang khusus dan sidik jari.
       Target pemerintah pusat tahun 2012 seluruh rakyat Indonesia telah memiliki e-KTP. Saat ini sedang dilaksanakan uji coba dan proyek percontohan dibeberapa kota/kabupaten di 5 propinsi yaitu:  Bali, Sumatera Barat, Sulawesi Selatan, DI Yogyakarta, dan Jawa Barat.

N <!-- /* Font Definitions */ @font-face {font-family:"Cambria Math"; panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; mso-font-charset:1; mso-generic-font-family:roman; mso-font-format:other; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:0 0 0 0 0 0;} @font-face {font-family:Calibri; panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:swiss; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-unhide:no; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; margin-top:0in; margin-right:0in; margin-bottom:10.0pt; margin-left:0in; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-fareast-font-family:Calibri; mso-fareast-theme-font:minor-latin; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} .MsoChpDefault {mso-style-type:export-only; mso-default-props:yes; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-fareast-font-family:Calibri; mso-fareast-theme-font:minor-latin; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} .MsoPapDefault {mso-style-type:export-only; margin-bottom:10.0pt; line-height:115%;} @page Section1 {size:8.5in 11.0in; margin:1.0in 1.0in 1.0in 1.0in; mso-header-margin:.5in; mso-footer-margin:.5in; mso-paper-source:0;} div.Section1 {page:Section1;} -->



Komentar (0)

Nama harus di isi.
Format E-mail tidak tepat.
Pesan harus diisi, minimal 10 karakter, maksimal 1000 karakter.