KOMISI D DPRD BANTUL LANJUTKAN PEMANTAUAN UNAS

Kamis Kliwon, 16 April 2015 00:00 WIB ∼ 130 Komentar (0)

Memasuki hari keempat pelaksanaan Ujian Nasional untuk tingkat Sekolah Menengah Kejuruan, Komisi D DPRD Kabupaten Bantul lanjutkan pemantauan pelaksanaan Ujian Nasional. Dalam kesempatan (Kamis, 16 April 2015) ini, komisi D memantau Pelaksanaan Ujian Nasional di SMK Muhammadiyah Bambanglipuro.

Rombongan Komisi D DPRD Bantul dipimpin oleh Ketua Komisi D Enggar Suryo Jatmiko beserta anggota diterima oleh Kepala Sekolah Drs. H. Maryoto. Dalam kesempatan tersebut Komisi D yang diwakili juru bicaranya Paidi, SIP selaku Wakil Ketua Komisi menyampaikan maksud dan tujuan kunjungan yaitu melaksanakan silaturahmi sekaligus memantau pelaksanaan Ujian Nasional dengan sistem Papper Base. Kunjungan ini adalah kali ketiga setelah dua kunjungan sebelumnya memantau pelaksanaan UNAS sistem Computer Base Test (CBT)

Dalam Sambutannya Kepala Sekolah SMK Muhammadiyah 1 Bambanglipuro, Drs.H. Maryoto menyampaikan ucapan terimakasihnya sekaligus menyampaikan bahwa pelaksanaan Ujian Nasional di SMK Muh. 1 Bambanglipuro berlangsung dengan lancar tanpa ada kendala apapun. baik kehadiran siswa, guru pengawas maupun distribusi soal.

Dalam dialog yang dilaksanakan antara anggota Komisi D dengan Kepala sekolah didapatkan beberapa informasi sebagai berikut:

1. Peserta UNAS sejumlah 291 anak dari keseluruhan siswa yang berjumlah 1014 anak dan masuk dalam 33 kelas. Saat ini SMK 1 Bambanglipura memiliki 2 Kampus, selain di Jalan Raya Samas, juga ada di wilayah Ganjuran lainnya.

2. Operasional sekolah menggunakan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), SPP siswa dan mengupayakan Blok Grand di pusat.Dana BOS tidak dipergunakan sebagai dana lainnya melainkan harus selalu dipakai sebagai dana operasional sekolah.

3. Jumlah guru adalah 86 orang 8 diantaranya adalah PNS dan yang menerima sertifikasi baru 26 guru. Jumlah karyawan  adalah 110 orang.

4. Selama ini SMK Muh 1 Bambanglipuro tidak pernah menahan ijazah siswa, selama orang tua dan siswa yang administrasinya masih menunggak berkomunikasi dengan pihak sekolah, pihak sekolah akan mencarikan solusi terbaik bagi siswa dan orangtuanya. Sampai dengan saat ini jumlah tunggakan siswa adalah 1,3 Milyar. 

5. Yang menjadi titik perhatian utama saat ini dalam hubungannya dengan pelaksanaan UNAS, pihak sekolah mengkhawatirkan adanya konvoi siswa SMA yang kebetulan UNASnya selesai terlebih dahulu dibandingkan SMK yang masih melanjutkan UNAS untuk materi kekhususan/Kejuruan.



Komentar (0)

Nama harus di isi.
Format E-mail tidak tepat.
Pesan harus diisi, minimal 10 karakter, maksimal 1000 karakter.