Sopir truk Adukan Nasib Ke DPRD Bantul

Sabtu Kliwon, 7 November 2015 00:00 WIB ∼ 134 Komentar (0)

Gara gara bersaing dengan truk luar daerah, puluhan sopir yang tergabung dalam paguyuban “ Kawula Mataram” mengadukan nasibnya ke DPRD Kabupaten Bantul, Sabtu (7/10). Aduan ini cukup beralasan mengingat mereka kalah bersaing dalam hal mendapatkan haknya berupa muatan pasir dari para penambang di Sungai Progo dan sungai lainnya di wilayah Kabupaten Bantul.  Para sopir truk ini diterima oleh Ketua DPRD Bantul, Hanung Raharjo, ST didampingi  wakil pimpinan Arni Tyas Palupi,ST,  Kepala Satpol PP Hermawan Setiaji, SIP, MH, Kepala Dinas tenaga Kerja dan Transmigrasi Susanto,SH,MM serta dari Polres Bantul.       
“ Gimana nasib kami pak dewan, kami ini selalu menjadi anak tiri dalam mendapatkan muatan pasir, karen para penambang lebih senang menjual ke truk asal luar daerah dengan harga yang lebih mahal, “ ujar Sigit  Fajar yang saat mengadu ke gedung Dewan Bantul.
Sigit Fajar lebih lanjut menjelaskan bahwa nanti yang akan terkena dampak akibat adanya permainan harga para penambang ke truk luar DIY adalah warga Bantul sendiri. “ Karena harga pasir yang dulu hanya Rp. 250  ribu per satu rit truk sekarang naik jadi  Rp. 800-900 ribu.  Ini kan akan memberatkan mereka warga lokal yang butuh pasir, “ ujarnya. Akhirnya harga pasir  juga ikutan naik mengikuti harga yang ditawarkan sopir luar.

Menanggapi keluhan para sopir truk Kawula Mataram ini, Ketua DPRD Bantul, Hanung Raharjo ST menjelaskan bahwa sebetulnya banyak penambangan ilegal soal pasir. “ Kita sebetulnya sudah prihatin dengan adanya penambangan yang tak berizin ini karena sudah ada UU nya. Namun mengingat kearifan lokal dan menyangkut hajat hidup masyarakat banyak, para penambang masih diberi kesempatan untuk menambang namun tetap dianjurkan mengajukan ijin, “ ujarnya.
Oleh karena itu dirinya menyarankan agar diadakan mediasi dengan kelompok penambang pasir agar dilakukan langkah Win win solution berupa jalan tengah. “



Komentar (0)

Nama harus di isi.
Format E-mail tidak tepat.
Pesan harus diisi, minimal 10 karakter, maksimal 1000 karakter.