Masyarakat Pandak Audiensi ke Komisi D soal Ketenagakerjaan

Kamis Pon, 12 Juli 2018 00:00 WIB ∼ 147 Komentar (0)

Foto Berita

Pagi ini, (12/7) di ruang Komisi A, Komisi D DPRD Kabupaten Bantul menerima kedatangan tamu audiensi dari masyarakat Wijirejo Pandak Bantul. Kedatangan mereka disambut langsung oleh Ketua Komisi D, Paidi SIP dengan didampingi anggota komisi D lainnya Sudarmanto.
Maksud dari kedatangan mereka adalah untuk mengeluhkan proses perekrutan tenaga kerja yang ada di RS Universitas Indonnesia (UII) yang dinilai tak transparan dan mengabaikan potensi tenaga kerja masyarakat setempat.

Julianto selaku Ketua LPMD Desa Wijirejo menceritakan bahwa setelah bertemu dengan banyak masyarakat lewat komunikasi yang inten tiap bulan, ada satu kegelisahan warga menyangkut ketenaga kerjaan. Apalagi sejak akan dibukannya rumah sakit UII di Pandak yang dalam test tenaga tahap I banyak warganya yang tak diterima.

“ Padahal secara kualifikasi tenaga kerja dari Pandak yang berlatar belakang kesehatan atau tenaga administrasi dirasakan cukup mampu mengisi beberapa lowongan yang ada di rumah sakit UII tersebut, “ ungkap Julianto ketua LPMD Desa Wijirejo. Sehingga dia dan beberapa warga terutama calon tenaga kerja mengadukan persoalan ini ke DPRD kabupaten Bantul terutama Komisi D yang membidangi persoalan ketenagakerjaan.

Sementara itu Ketua Komisi D Paidi dalam tanggapannya mengemukakan bahwa dia juga telah melihat dan mendengar soal tenaga kerja waktu pembangunan rumah sakit tersebut. Saat itu karena ada kewenangan dari pihak pemborong terjadi miskomunikasi soal tenaga kerja yang digunakan.

“Nah soal tenaga kerja yang akan mengisi lowongan di rumah sakit sudah seharusnya mampu menampung dan merekrut dari tenaga lokal,warga setempat. Karena jika ada dari tenaga setempat maka juga akan ada keuntungannya yaitu menghemat biaya bulanan dan juga komunikasi dengan tenaga lokal akan lamcar dan cepat, mengingat rumah sakit juga butuh kecepatan, “ kata Paidi.
Paidi menambahkan bahwa untuk sementara kami hanya menampung keluhan masyarakat Pandak belum bisa memberikan solusi namun kami berharap kedepan dia bisa berkesempatan untuk menemui pihak yayasan atau rumah sakit. “ Beri kami waktu untuk segera melakukan langkah koordinasi dan mengundang pihak rumah sakit atau yayasan agar ikut juga mendengar keluhan masyarakat Pandak soal perekrutan tenaga kerja rumah sakit,”kata Paidi..

Anggota Komisi D,Sudarmanto juga senada akan menagih janji yang pernah diucapkan pihak UII untuk menampung sebanyak mungkin warga Pandak. “ Soalnya pada awal perencanaan pembangunan kami juga ikut omong rembugan soal pembangunan rumah sakit tersebut, bahkan ada sebagian tanah sawah yang dibangun rumah sakit dulu merupakan tanah keluarga kami, “ kata Sudarmanto.



Komentar (0)

Nama harus di isi.
Format E-mail tidak tepat.
Pesan harus diisi, minimal 10 karakter, maksimal 1000 karakter.