Audiensi dengan Anggota DPRD, Paguyuban Seniman dan Seniwati "Passeban" Sampaikan Keluh Kesah di Masa Pandemi

Kamis Kliwon, 18 Februari 2021 15:48 WIB ∼ 242 Komentar (0)

Foto Berita

Paguyuban "Passeban" bertemu dengan Komisi A dan Komisi D

DPRD Kabupaten Bantul - pada hari Kamis, tanggal 18 Februari 2021 menerima Kunjungan Audiensi Paguyuban Seniman dan Seniwati “Passeban” Kabupaten Bantul. Kunjungan ini dihadiri oleh perwakilan Komisi A dan Komisi D DPRD Kabupaten Bantul, Muhammad Agusalim, H. Yasmuri, S.Pd., M.PdI, Enggar Suryo Jatmiko, SE., Drs. Ahmad Agus Sofwan, M.PdI., Sukardiyono, SH., dan Jumakir, perwakilan dari Kundha Kabudayan Kabupaten Bantul, dan 29 anggota Paguyuban Seniman dan Seniwati “Passeban”. Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Bantul, Muhammad Agusalim, memberikan sambutan dan menyambut dengan baik kunjungan dari Paguyuban Seniman dan Seniwati “Passeban”.

Ahmad Effendi, selaku Sekretaris Paguyuban Seniman dan Seniwati “Passeban” menyampaikan maksud dan tujuan audiensi kali ini, anggota DPRD Kabupaten Bantul diharapkan mampu mendampingi dan mengawal aspirasi dari para seniman dan seniwati, selain itu diharapkan anggota DPRD Kabupaten Bantul dapat menyampaikan surat dari seniman dan seniwati Kabupaten Bantul ke Satgas Covid-19.

Supriyanto atau Gembong, salah satu anggota Paguyuban Seniman dan Seniwati “Passeban”, menyampaikan keluh kesah seniman dan seniwati di masa pandemi karena job pentas menurun dan sering dibubarkan dengan kata-kata kurang etis. Hal tersebut sangat berpengaruh untuk para seniman dan seniwati. Supriyanto juga mempertanyakan dilarangnya organ tunggal di hajatan bahkan dihentikan atau dibubarkan dengan tidak ada alasan atau aturan yang jelas, mereka merasa sudah mematuhi protokol kesehatan (3M). Beliau menyampaikan keluh kesahnya terkait kebijakan atau aturan tentang hiburan yang ada pada masa pandemi harus disamaratakan atau tidak boleh pandang bulu. Beliau berharap mendapatkan solusi minimal bisa pentas secara bergiliran atau tidak semuanya menganggur.

Menanggapi keluh kesah para seniman dan seniwati, Enggar Jatmiko selaku ketua Komisi D akan menjaring aspirasi dan mencoba mencari solusi terkait masalah tersebut dengan berkoordinasi dengan pemerintah daerah. Pada tahun 2021, akan diberikan kegiatan yang bisa dilakukan oleh seniman dan seniwati namun diharapkan dapat dibagi sesuai dengan porsinya. Beliau juga menegaskan bahwa aturan-aturan tentang pembatasan di masa pandemi diberlakukan secara umum atau tidak tumpul ke atas. Selain itu, Komisi A dan D akan menjembatani antara Satpol PP dengan seniman/seniwati agar tetap memperhatikan etika dan tata krama dalam pembubaran keramaian.

Kepala Kundha Kabudayan Kabupaten Bantul, Nugroho Eko Setyanto, S.Sos, MM., menyampaikan bahwa Kundha Kabudayan Kabupaten Bantul telah memfasilitasi seniman dan seniwati melalui kegiatan shooting kebudayaan secara virtual bukan pentas seni. Akan tetapi, fasilitas tersebut hanya disediakan untuk kelompok seni yang sudah terdaftar dalam Peraturan Bupati No 73 tahun 2020.



Komentar (0)

Nama harus di isi.
Format E-mail tidak tepat.
Pesan harus diisi, minimal 10 karakter, maksimal 1000 karakter.