Audiensi Kelompok Tani “Lestari Mulyo”

Senin Wage, 16 Agustus 2021 15:23 WIB ∼ 58 Komentar (0)

Foto Berita

Kelompok tani “Lestari Mulyo” Dusun Nawungan, Selopamioro, Imogiri, Bantul, Senin ( 16/8) mendatangi Gedung DPRD Kabupaten Bantul untuk mengadukan nasibnya. Kedatangan kelompok tani disambut oleh Pimpinan DPRD Kabupaten Bantul, Hanung Raharjo, Damba Aktivis, perwakilan Komisi B, Aryunadi dan Arif Haryanto, dan didampingi oleh perwakilan Dinas Pertanian Kabupaten Bantul.

Pada kesempatan tersebut anggota Lestari Mulyo, Juwari menjelaskan maksud dan tujuan ke Gedung DPRD Bantul. Dijelaskannya bahwa pihaknya (Lestari Mulyo) mengalami kerugian karena pembayaran oleh pihak PT 3M (Mukti Mulya Mandiri) yang diwakili oleh Pak Sigit sebesar 368 juta belum terbayarkan sepenuhnya. Pihak 3M sudah ingkar janji sebanyak 13 kali, pihaknya menyanggupi akan membayar pada hari Senin, 16 Agustus 2021 namun nihil.

“PT 3M selalu ingkar janji, kami berharap uang yang belum terbayar dapat ditanggung oleh pemda,” katanya.

Menanggapi hal tersebut perwakilan Dinas Pertanian, mengatakan bahwa pihaknya sudah tidak kurang-kurang untuk membantu para petani. Dinas Pertanian memastikan PT 3M bukanlah koperasi berbadan hukum, PT 3M merupakan fiktif. Dinas Pertanian tidak merasa mengenalkan petani dengan PT 3M. Tentang jual beli yang dilakukan para petani dengan pihak PT 3M tanpa sepengetahuan Dinas Pertanian.

“Dinas Pertanian belum ada perjanjian kerjasama dengan 3M dan tidak pernah memberi rekomendasi,” jelasnya.

Aryunadi, selaku anggota Komisi B menekankan bahwa Komisi B sudah mencari alamat PT 3M namun kantor tersebut sepi dan tergembok. Beliau menjelaskan kronologi permasalahannya, para petani merasa percaya karena pada saat penimbangan bawang merah dihadiri oleh aparat pemerintah dan disaksikan oleh Bupati.

“Saran saya, Dinas Pertanian dan para petani perlu melakukan pertemuan dengan Bupati karena ketika proses penimbangan disaksikan oleh Bupati. Pertemuan harus dilakukan secepatnya,” jelasnya.

Menanggapi saran Aryunadi, Juwari menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan pertemuan dengan Bupati pada 20 Juli 2021. Pada saat itu, Bupati menghubungi pihak PT 3M dan mengingatkan agar melunasi pembayarannya. Selain itu, Bupati menyarankan para petani untuk menyita barang-barang yang ada di kantor 3M atau melanjutkan ke ranah hukum.

Hanung Raharjo, meminta Dinas Pertanian melakukan investigasi untuk memastikan pihak-pihak yang ikut ke lokasi saat itu. Selain itu, Dinas Pertanian diminta untuk mengagendakan pertemuan dengan Bupati.

“Dinas Pertanian harus mengusut pihak-pihak yang hadir ke lokasi saat itu, memastikan pihak mana saja yang berpotensi untuk tanggung jawab atas permasalahan ini,” tutupnya.



Komentar (0)

Nama harus di isi.
Format E-mail tidak tepat.
Pesan harus diisi, minimal 10 karakter, maksimal 1000 karakter.