Warga Parangtritis mendapat Komplain wisatawan, dialog Dengan Komisi A

Selasa Kliwon, 21 September 2021 17:12 WIB ∼ 31 Komentar (0)

Foto Berita

Para wisatawan yang mengunjungi pantai Parangtritis namun gagal masuk kearah pantai karena penyekatan banyak yang kecewa dan mengungkapkan kekesalannya kepada warga Parangtritis. Bahkan para wisatawan mengungkapkan dengan kata kata yang tak pantas.

Demikian diungkapkan oleh Lurah Kalurahan Parangtritis, Topo dalam dialognya dengan Komisi A DPRD Bantul  ( 21/9) di aula kalurahan Parangtritis. " Kami mohon arahan DPRD soal penyekatan tempat pariwisata ini mengingat mereka sudah datang datang jauh dari Solo , Klaten dan bawa uang buat belanja tapi malah diputar balik, " kata Topo. Penyekatan juga dilakukan mendadak. Topo menjamin bahwa di Parangtritis tidak bakal ada kemacetan dan kerumuman karena pantai ada sepanjang 5 km cukup mampu menampung ribuan mobil wisatawan. 

Senada Ketua Bamuskal, Khudori  menjelaskan kaitannya dengan penyekatan, tak ada wisatwan yg terkena Covid-19 dari wisatawan tapi terkena karena dari daerah lain atau tempat kerja. "  Mohon  segera dibuka saja wisatawannya. Dengan adanya wisatawan nanti penghasilan masyarakat akan terangkat. Saat ini malahan banyak wisatawan datang liwat jalan jalan tikus tapi tak punya kontribusi untuk pemda.

Menanggapi hal tersebut, Pambudi Mulya mengatakan memang seandainya tak boleh masuk tempat wisata, jauh jauh hari bisa diumumkan dan penyekatan jauh dari parangtritis sehingga tak merepotkan para wisatawan yg terlanjur sampai di selatan. warung juga tak rugi banyak karena  tak menyiapkan warungnya dg banyak makanan sehingga  tak mubazir. 

Sementara itu dalam dialog, Lurah desa Topo juga mengungkapkan bahwa selama ini FPRB Parangtritis belum punya Sekretariat yang baik, padahal sudah ada tanah yang tersedia. " Untuk itu kami meminta bantuan DPRD Bantul memberikan solusi atas tersedianya sekretariat ini," kata Topo.

Lurah Parangtritis  Topo mengatakan Bumkal Parangtritis  bersedia mengelola TPR Parangtritis pada malam hari, mengingat selama ini di malam ada kekosongan penjagaan TPR . Pihaknya juga sudah berkomunikasi dengan Dinas Pariwisata Kabupaten Bantul terkait usulan tersebut. Sayangnya hingga saat ini belum ada jawaban.

Menanggapi hal tersebut Ketua Komisi A  M,Agussalim berjanji akan memikikan dan akan menyampaikan ke BPBD. Dia berharap bisa segera terwujud.

Sementara anggota Komis A Sukardiyono mengatakan pamong dalam menjalankan pelayanan masyarakat  Komisi A akan mendukung dan support agar tak ada masalah dalam pelayanan masyarakat. Dia juga berpesan  agar aparat kelurahan menjaga pelayanan masyarakat. saling menjaga saeyek saekopraya membangun .  sehingga tak ada ketidakkompakan di tingkat aparat Kelurahan. " istilah jangan rusak susu sebelangan karena nila setitik, " kata Sukardiyono.



Komentar (0)

Nama harus di isi.
Format E-mail tidak tepat.
Pesan harus diisi, minimal 10 karakter, maksimal 1000 karakter.