Bupati Harapkan masyarakat Siap dan Tanggap Terhadap Bencana

Rabu Pon, 13 April 2016 00:00 WIB ∼ 403 Komentar (0)

Bupati Bantul harapkan masyarakat Bantul khususnya Selopamioro tanggap terhadap bencana. Karena Kabupaten Bantul daerahnya rawan terhadap potensi bencana. Sehingga dengan kewaspadaan seleuruh elemen masyarakat bisa meminimalisir kejadian bencana yang membawa banyak korban di  masyarakat setempat. Hal tersebut dikemukakan Bupati Bantul H Suharsono saat meninjau dan melihat Gladi Lapang Desa/Kelurahan Tanggap bencana (Destana) di Desa Selopamioro Kecamatan Imogiri. Acara ini juga sekaligus meresmikan Desa Selopamiro menjadi Desa Tangguh Bencana (Destana). Hadir dalam kesempatan ini, Ketua DPRD Bantul Hanung Raharjo ST, Ketua Komisi A Amir Syarifudin, BPBD DIY, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bantul, Camat Piyungan, , Koramil Imogiri dan Polsek Imogiri.

Selain kebencanaan, Lebih lanjut, Bupati juga mengemukakan soal pembangunan di Bantul. Suharsono mengajak masyarakat agar ikut membangun daerah. “ Ayo kita mencangkul ladang kita sendiri, karena ini merupakan tanggung jawab kita membangun kabupaten Bantul, “ katanya. Dia akan mengawasi berbagai pelaksanaan di Bantul agar sesuai dengan harapan masyarakat.

Sementara itu Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bantul Drs. Dwi Daryanto, M.Si menjelaskan, Selopamioro merupakan salah satu desa yang memiliki potensi ancaman bencana, seperti erosi sungai, tanah longsor, kekeringan dan kebakaran hutan. “ Dengan adanya kondisi ini, diperlukan “superhuman” atau manusia-manusia yang tangguh dalam menghadapi bencana. Untuk menghadapi bencana masyarakat harus punya daya antisipasi, daya pengurangan risiko, daya adaptasi dan daya lenting, jelasnya, “ ujarnya.

Dalam pendampingan dan pembentukan Destana ini, BPBD Kabupaten Bantul terlibat secara langsung, dengan menerjunkan tim yang telah melakukan pendampingan pada kegiatan-kegiatan sebelumnya. Adapun tahapan-tahapan yang akan dilakukan dalam pendampingan ini antara lain, pembuatan peta bahaya, kerentanan, risiko dan kapasitas, pembentukan Forum Pengurangan Risiko Bencana, penyusunan rencana kontinjensi serta dokumen dan kelengkapan lain yang diperlukan dalam pembentukan Destana.




Komentar (0)

Nama harus di isi.
Format E-mail tidak tepat.
Pesan harus diisi, minimal 10 karakter, maksimal 1000 karakter.