Selamat Datang di Website DPRD Kabupaten Bantul
:: Event Budaya Labuhan Nelayan ::
Ritual tradisi di Parangkusumo, Kretek yang banyak diikuti masyarakat selama 32 tahun terakhir adalah labuhan yang diselenggarakan Yayasan Hondodento Yogyakarta. Labuhan yang rutin dilakukan setiap tanggal 15 Sura itu, mendapat sambutan dan menjadi sebuah acara yang jadi tontonan objek wisata oleh masyarakat luas. Sementara itu ritual malam tanggal 15 Sura sebelumnya di Parangkusumo, Parangtritis, oleh warga dari Klaten dan Surakarta juga cukup meriah.
Ketua Yayasan Hondodento Drs Sumarto mengatakan, yayasan ini telah berkembang di hampir seluruh daerah di Indonesia. Baik di Pulau Jawa maupun pulau di luar Jawa lainnya. "Selama sekitar 32 tahun sejak berdirinya Yayasan Hondodento, anggota kami terus berkembang. Secara rutin kami juga melakukan ritual labuhan meski sempat absen pada tahun 2005 saat bencana tsunami melanda Aceh," katanya.
Labuhan ini merupakan ujub rasa syukur dan sekaligus gelar doa bersama dengan mempersembahkan berbagai ubarampe untuk dilabuh di Pantai Parangkusumo. Prosesi upacara dimulai dari pendapa Parangtritis. Seluruh peserta yang mengenakan busana Jawa beriringan menyusuri pantai Parangkusumo.
Barisan paling depan, para wanita pembawa sesaji yang dinaungi payung kebesaran, kemudian diikuti peserta lainnya. Di Parangkusumo seluruh peserta duduk bersila menghadap laut untuk mengikuti upacara yang dimulai dengan doa bersama. Setelah itu dilanjutkan pembacaan riwayat berdirinya Yayasan Hondodento dan tujuan dari labuhan bulan Sura itu. Permohonan oleh salah satu jurukunci Parangkusumo dipanjatkan sebagai uluk salam dengan penguasa laut kidul.
Usai penyebaran bunga oleh beberapa wanita dilanjutkan acara puncak berupa labuhan seluruh ubarampe. Ribuan pengunjung yang sejak pagi menunggu tanpa dikomando langsung berebutan ubarampe di tengah deburan ombak pantai.
Pengunjung berpendapat bahwa barang-barang yang dilabuh dipercaya mempunyai tuah tertentu. Karenanya dengan keyakinan mereka, lalu bersemangat memburu barang-barang tersebut tanpa menghiraukan basah air laut.
Masyarakat Desa Srigading Kecamatan Sanden Bantul, mengelar ritual budaya Labuhan Jalanidhi di Pantai Samas. Sebagai ungkapan syukur kepada Tuhan dan memohon agar para nelayan diberi limpahan hasil laut. Ritual budaya ini digelar sejak tahun 2001, dilaksanakan bertepatan degan hari Ahad Pon bulan Suro dalam kalender jawa dan menjadi agenda wisata tahunan Dinas Pariwisata Kabupaten Bantul.
Prosesi dimulai pukul 09.00 WIB bertempat di Balai Desa Srigading, sesaji utama berupa kepala Kerbau diarak dengan berjalan kaki menuju Pantai Samas yang berjarak 4 KM. Arak-arakan diawalai pemain musik khas prajurit kraton. Lurah Desa Srigading Suharjono BA didampingi sesepuh desa turut berjalan kaki dibarisan berikutnya. Selanjutnya diikuti iring-iringan sesaji. Sepanjang rute arak-arakan, masyarakat dengan antusias menyaksikan.
Sesampainnya di Pantai Samas, berbagai sesaji ditempatkan di panggung. Kemudian para sesepuh dengan khusyuk mempinpin doa, memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa agar masyarakat Desa Srigading khususnya para nelayan diberi limpahan hasil laut. Selanjutnya, masyarakat disuguhi tontonan menarik yakni Tari Gambyong dan kesenian Campur Sari.
Tepat pukul 12.00 WIB prosesi dilanjutkan, sesaji disiapkan untuk dilarung. Tiga orang Penari Gambyong dengan membawa tambir berisi sesaji mengawali iring-iringan, sedangkan sesaji Mustaka Mahesa diurutan berikutnya.
Ditepi pantai, salah satu sesaji berupa 2 ekor ayam dilepas Bupati Bantul dan Lurah Desa Srigading. Masyarakat langsung berebut menangkap ayam tersebut. Selanjutnya sesaji Mustaka Mahesa, buah-buahan, ketan berbagai warna dan bunga dimuat ke perahu nelayan. Secara bergotongroyong para nelayan mendorong perahu ke laut. Sejumlah 6 perahu melaut, dengan berani para nelayan menerjang keganasan ombak untuk mengantar sesaji bagi penguasa Segoro Kidul.
Upacara Sedekah Laut Poncosari ini berada di Dusun Ngentak, Desa Poncosari, Kecamatan Srandakan, Kabupaten Bantui, Propinsi DIY. Dengan pusat kota Yogyakarta, desa tersebut berjarak sekitar 27 km ke arah Tenggara. Karena masyarakat Ngentak mata pencahariannya sebagai nelayan maka sedekah itu dimaksudkan sebagai rasa syukur nelayan atas diberi keselamatan dan penghasilan berupa ikan dan ditujukan kepada Sang Penguasa Laut, dengan harapan supaya para nelayan ini selalu diberi hasil yang banyak dan selalu diberi keselamatan.
Kegiatan ini dilaksanakan setiap tahun sekali dan jatuh pada hari minggu pertama di bulan Syawal dan sudah berjalan secara turun temurun. Jadi misalnya lebaran pertama jatuh pada hari Rabu, maka pada hari Minggunya dilakukan Upacara Sedekah Laut. Menurut pemangku adat setempat, bahwa dipilihnya hari Minggu pertama di bulan Syawal itu dimaksudkan saudara-saudara atau anak cucu yang tinggalnya jauh dari Desa Poncosari masih berlibur di rumah orang tuanya sehingga bisa menyaksikan upacara tersebut.disamping itu karena hari Minggu merupakan hari libur, sehingga dapat menyemarakkan Pantai Pandansimo. Dengan demikian dapat menambah income daerah karena banyak pengunjung yang kesana.
Mengenai waktunya mulai upacara adalah pukul 10.00 WIB dan kadang-kadang berakhir sampai pukul 14.00 siang. Dalam hal ini tergantung dari banyak sedikitnya acara. Selanjutnya untuk tempatnya, karena untuk memohon keselamatan kepada Sang Ratu Laut Kidul, maka harus berada di pantai, yaitu di Pantai Pandan Simo dan menghadap ke Selatan dimana Sang Ratu Kidul berada. Sebagai penutupan upacara ini dipentaskan berbagai macam kesenian antara lain jatilan dan salawatan.
:: Berita Terkini ::
diposting : 24/05/2018
Publik Hearing Raperda Lembaga Kemasyarakatan Desa

Hari ini,di ruang paripurna DPRD Kamis (24/5) DPRD Bantul Komisi A menyelenggarakan acara Publik hearing Raperda Lembaga Kemasyaratan Desa (LKD). Acara ini dihadiri berbagai utusan dari ... Selengkapnya..



diposting : 26/04/2018
DPRD Sampaiakan Catatan Strategis DPRD terhadap LKPJ Bupati 2017

DPRD Bantul siang ini (26/4) menyelenggarakan sidang Paripurna Istimewa tentang Penyampaian Catatan Strategis ... Selengkapnya..



diposting : 26/03/2018
Paripurna Nota Pengantar LKPJ Bupati 2017

Hari ini, Senin (26/3) DPRD Bantul menggelar Rapat Paripurna dengan materi Nota pengantar laporan ... Selengkapnya..



diposting : 26/02/2018
Rapat Paripurna PAW DPRD Bantul

Hari ini ( Senin, 26/2) di ruang paripurna DPRD Bantul mengadakan Rapat Paripurna Pergantian Antar Waktu (PAW). Pergantian anggota DPRD Antar Waktu dilakukan mengingat ada anggota ... Selengkapnya..



diposting : 15/02/2018
Sopir Online Audiensi dengan Ketua DPRD

Beberapa sopir online Bantul, Rabu (14/2) menghadap Ketua DPRD Hanung Raharjo di DPRD Bantul. Kedatangan mereka dengan maksud untuk mengadukan nasib mereka  dan sekaligus mencari masukan ... Selengkapnya..



Informasi
Kamis Pahing
21 Juni 2018
7 Syawwal 1439 H
Pengunjung : 34784
Polling
Apa Harapan Masyarakat terhadap kinerja Dewan terpilih?
Aspirasi masyarakat semakin terakomodir
Meningkatkan Pendidikan Demokrasi masyarakat
Mengemban amanah rakyat
paling sama saja



Agenda
RAPAT PARIPURNA DPRD 5 MARET 2015
Selengkapnya..
KUNJUNGAN KERJA BADAN LEGISLATIF MAHASISWA POLTEKKES
Selengkapnya..
1 Oktober 2012
Selengkapnya..
1 Oktober 2012
Selengkapnya..
1 Oktober 2012
Selengkapnya..
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Bantul
Jl. Jendral Sudirman No. 85
Email : dprd[at]bantulkab.go.id
Website : www.dprd.bantulkab.go.id

Copyright © 2009 - 2018, DPRD Kabupaten Bantul, All rights reserved