Selamat Datang di Website DPRD Kabupaten Bantul
:: Obyek Wisata Goa ::
Goa Selarong terletak di Dusun Kembangputihan, Desa Guwosari, Pajangan. Merupakan goa bersejarah tempat Pangeran Diponegoro dan pasukannya menyusun kekuatan dan strategi melawan penjajah. Terdapat 2 goa yaitu Goa Kakung dan Goa Puteri. Selain menikmati goa dan pemadangan alam, wisatawan juga dapat menikati situs-situs peninggalan zaman Pangeran Diponegoro dan aneka kerajinan. Di Kompleks Goa Selarong terdapat pengrajin kipas, patung primitif/asmat, dan batik kayu.
Goa Cerme pada awalnya adalah tempat pertemuan yang digunakan oleh Walisongo untuk menyebarkan dan mengajarkan agama Islam di Jawa. Kata 'Cerme' berasal dari kata 'ceramah', pembicaraan yang diadakan selama pertemuan dalam membahas rencana mendirikan Masjid Besar di Demak, sebuah kota di Utara Jawa Tengah.
Terletak di desa Selopamioro Kecamatan Imogiri 20 km arah Selatan dari Yogyakarta. Panjang goa seluruhnya kurang lebih 1,5 km dan berakhir pada sebuah sendang di wilayah Panggang, tepatnya di desa Ploso, Giritirto, Kabupaten Gunungkidul. Rata rata kedalaman aliran air sekitar 1 hingga 1,5 meter.
Selain goa utama ada goa lain yang lebih kecil dimana dahulu digunakan untuk tempat meditasi seperti Goa Dalang, Goa Ledhek, Goa Badhut, dan Goa Kaum. Pada hari Senin atau Selasa Wage banyak pengunjung datang untuk meminta berkah Tuhan dengan mengadakan upacara syukuran. Pada masa liburan, banyak pelajar dan kaum muda berkunjung ke tempat ini. Sepanjang lorong di Goa Cerme terdapat sebuah panggung yang dulu digunakan untuk tempat pertemuan.
Untuk mencapai gerbang depan goa, seseorang harus mendaki 759 meter tangga. Lebih baik jika pengunjung menghubungi Juru Kunci atau penjaga goa terlebih dahulu untuk mendapatkan keterangan atau informasi yang tepat.
Goa ini termasuk goa yang panjang dan dalam. Jalan untuk mencapai lokasi ini sangat baik dan jarak tempuh sekitar 20 km. Pemandangan menuju ke Goa Cerme dari desa terakhir sangat bagus. Pada siang hari, jika udara cerah, kota Yogyakarta terlihat indah dan pada malam hari bisa melihat kota dalam gemerlap lampu.
Daya tarik utama dari Goa cerme ini adalah keindahan stalagtit dan stalagmit serta adanya sungai bawah tanah dan kelelawar yang banyak bergelantungan di dalam gua. Kondisi di dalam goa tanpa lampu penerangan gelap gulita dan lantai goa digenangi oleh air tanah, yang pada musim penghujan airnya akan pasang (naik), tetapi pada musim kemarau airnya surut. Pada umumnya, wisatawan mancanegara yang berkunjung ke goa Cerme menghabiskan waktu antara 3 sampai 5 jam di lokasi.
Goa Gajah terletah di Dusun Lemahbang, Desa Mangunan, Dlingo, sekitar 35 KM Tenggara Kota Bantul. Goa ini terletak di Kawasan Karst Gunung Seribu dengan panorama stalakmit-nya.
Goa atau lebih tepatnya bunker ini berada di Dusun Ngreco dan Poyahan, Desa Seloharjo, Pundong, sekitar 20 KM Selatan Kota Bantul. Goa Jepang merupakan peninggalan Perang Dunia II dan berfungsi sebagai sarana pertahanan. Di kawasan ini ditemukan 18 bangunan bunker yang mempunyai fungsi beragam, misalnya sebagai tempat pengintaian, ruang tembak, ruang pertemuan, gudang dan dapur.
Terletak di dusun Poyahan, Seloharjo, Pundong, Bantul. Di situs ini terdapat sendang Surocolo dan tiga buah goa yaitu Goa Surocolo, Goa Tawas, dan Goa Penek. Di sekitar situs ditemukan pula arca Mahakala, Jaladwara, batu-batu candi dan batu- batu Prasasti. Goa Surocolo merupakan peninggalan masa Hindu yang berlanjut sampai masa Islam. Tinggalan masa Hindu yang dapat diketahui dengan ditemukannya arca-arca di sekitar situs.
Pada tahun 1976 telah ditemukan area perunggu yang sekarang di kantor BP3 Yogyakarta. Pada masa Islam goa ini digunakan sebagai tempat istirahat Sunan Amangkurat Mas dari kejaran tentara Belanda. Ruangan Goa kosong berukuran 2m x 2,5m. Dahulu di tempat ini terdapat prasasti batu yang telah di bawa ke museum Jakarta. Prasati tersebut berisi Kronogram yang berbunyi: "Krtining pannembah winayang hing ratu - 1624". Di depan goa Surocolo terdapat sebuah prasasti dari batu andesit berukuran 51 x 24,5 x 12 cm. Prasati ini pecah menjadi dua tetapi masih terlihat gambar wayang Bhatra Gana dengan belalai mengangkat ke dua belah tangannya keatas untuk mendukung wadah yang berisi air.
:: Berita Terkini ::
diposting : 09/11/2017
Siswa MAN 3 Wonokromo Kunjungi DPRD Bantul

Para siswa siswi MAN 3 Wonokromo Bantul, Kamis (9/10) mengadakan kunjungan sekaligus study lapangan ke DPRD Bantul. Rombongan diterima oleh Ketua Komisi D, Paidi SIP dan ... Selengkapnya..



diposting : 09/11/2017
DPRD Bantul Adakan Rapat Paripurna

DPRD Bantul, Rabu siang (8/10) menyeleggarakan agenda Rapat Paripurna membahas beberapa agenda diantaranya Laporan Pansus II tentang hasil tindak lanjut fasilitasi Gubernur DIY rencangan Perda Kabupaten ... Selengkapnya..



diposting : 07/11/2017
DINAS SOSIAL DAN PSM MITRA BANTUL BERAUDIENSI KE DPRD BANTUL

Sehubungan dengan pemberitaan penyampaian aspirasi sebagian orang yang mengatasnamakan Persatuan Sosial Masyarakat Kabupaten Bantul. Hari ini Selasa (7 November 2017) Dinas Sosial Kabupaten Bantul mendampingi PSM ... Selengkapnya..



diposting : 06/11/2017
PERSATUAN PEKERJA SOSIAL MASYARAKAT BANTUL MENGADU KE DPRD

DPRD Bantul utamanya komisi A, Senin (6 November 2017) ini menerima audiensi Persatuan Pekerja Sosial Masyarakat Bantul. Hadir dalam kesempatan tersebut  jajaran pimpinan dan anggota Komisi ... Selengkapnya..



diposting : 02/11/2017
Perubahan Alkap DPRD Bantul

Pada dasarnya semangat perubahan alat kelengkapan tidak lain adalah untuk menjaga stabilitas, menjaga semangat kerja dalam rangka optimalisasi tri fungsi (fungsi legislasi, anggaran dan pengawasan) ... Selengkapnya..



Informasi
Sabtu Pahing
18 November 2017
28 Safar 1439 H
Pengunjung : 34784
Polling
Apa Harapan Masyarakat terhadap kinerja Dewan terpilih?
Aspirasi masyarakat semakin terakomodir
Meningkatkan Pendidikan Demokrasi masyarakat
Mengemban amanah rakyat
paling sama saja



Agenda
RAPAT PARIPURNA DPRD 5 MARET 2015
Selengkapnya..
KUNJUNGAN KERJA BADAN LEGISLATIF MAHASISWA POLTEKKES
Selengkapnya..
1 Oktober 2012
Selengkapnya..
1 Oktober 2012
Selengkapnya..
1 Oktober 2012
Selengkapnya..
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Bantul
Jl. Jendral Sudirman No. 85
Email : dprd[at]bantulkab.go.id
Website : www.dprd.bantulkab.go.id

Copyright © 2009 - 2017, DPRD Kabupaten Bantul, All rights reserved