BANTUL – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bantul menghadiri Musyawarah Daerah (Musda) Paguyuban Purna Karya Lurah dan Purna Pamong Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) “ISMAYA” yang diselenggarakan pada Rabu, 14/01/2026, bertempat di Ruang Paripurna DPRD Kabupaten Bantul. Kehadiran Ketua DPRD Bantul dalam kegiatan tersebut menjadi wujud komitmen lembaga legislatif dalam menghormati serta merawat peran para purna lurah dan purna pamong sebagai bagian penting dari sejarah dan penjaga keistimewaan Yogyakarta.
Musda ISMAYA dihadiri oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Kalurahan, Kependudukan, dan Pencatatan Sipil (DPMKKP) DIY, KPH H. Yudanegara, Ph.D., Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kalurahan kabupaten/kota se-DIY, pimpinan dan pengurus Paguyuban Purna Karya Lurah dan Purna Pamong DIY “ISMAYA”, serta para sesepuh lurah dan pamong dari berbagai wilayah di Daerah Istimewa Yogyakarta.
Paguyuban ISMAYA merupakan wadah berhimpunnya para lurah dan pamong kalurahan se-DIY yang telah purna tugas. Organisasi ini memiliki nilai historis yang kuat karena para anggotanya merupakan pelaku sekaligus saksi sejarah dalam mempertahankan Keistimewaan Yogyakarta, khususnya dalam menjaga tata pemerintahan kalurahan, melestarikan nilai budaya, serta memelihara harmoni sosial di tengah masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua DPRD Kabupaten Bantul menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Paguyuban ISMAYA atas dedikasi dan pengabdian panjang yang telah diberikan. Ia menegaskan bahwa kehadiran para sesepuh lurah dan pamong di Gedung DPRD Bantul merupakan sebuah kehormatan sekaligus kebanggaan bagi lembaga legislatif.
“ISMAYA bukan sekadar organisasi purna bakti, tetapi merupakan bagian penting dari sejarah perjuangan Daerah Istimewa Yogyakarta. Para purna lurah dan pamong adalah pejuang pelaku yang memiliki kontribusi besar dalam mempertahankan keistimewaan Yogyakarta, baik dalam menjaga tata pemerintahan, nilai-nilai budaya, maupun sistem kemasyarakatan di tingkat desa dan kalurahan,” tegas Ketua DPRD Bantul.
Ia menambahkan bahwa pengalaman panjang, keteladanan, serta kebijaksanaan para purna lurah dan pamong merupakan modal sosial yang sangat berharga. Meskipun telah purna tugas secara struktural, peran moral dan keteladanan para sesepuh tetap dibutuhkan dalam membimbing generasi penerus dan menjaga keharmonisan kehidupan bermasyarakat.
Ketua DPRD Bantul juga menegaskan bahwa keberadaan Paguyuban ISMAYA harus terus dipertahankan dan diperkuat. Menurutnya, ISMAYA memiliki peran strategis sebagai pengawal nilai-nilai Keistimewaan Yogyakarta, penjaga kearifan lokal, serta penopang moral dalam kehidupan sosial, kebangsaan, dan kenegaraan.
Musyawarah Daerah ISMAYA dinilai sebagai forum strategis untuk melakukan evaluasi organisasi, menyusun program kerja, serta menentukan arah kepemimpinan organisasi ke depan. Ketua DPRD Bantul berharap Musda dapat dilaksanakan dengan semangat musyawarah mufakat, menjunjung tinggi kebersamaan, serta mengedepankan kepentingan organisasi dan pengabdian kepada masyarakat luas.

Sementara itu, Kepala DPMKKP DIY, KPH H. Yudanegara, Ph.D., dalam sambutannya menekankan pentingnya menjaga dan mewariskan nilai-nilai keteladanan para purna lurah dan pamong.
“Pengalaman dan keteladanan para purna lurah dan purna pamong merupakan aset berharga. Hal ini perlu terus dijaga dan diwariskan demi terciptanya kehidupan bermasyarakat yang harmonis,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Paguyuban ISMAYA DIY, Dra. Ani Widayani, M.IP, menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi kepada Ketua DPRD Kabupaten Bantul atas dukungan serta fasilitas yang diberikan sehingga Musda Purna Karya Lurah dan Purna Pamong DIY dapat terselenggara dengan baik di Ruang Paripurna DPRD Kabupaten Bantul.
Ia menjelaskan bahwa Musda ISMAYA sebelumnya telah diawali dengan kegiatan Pra Musda pada Desember 2025 sebagai bagian dari proses konsolidasi organisasi. Menurutnya, Musda ini memiliki makna strategis bagi keberlangsungan organisasi dan kesejahteraan anggotanya.
“Musyawarah Daerah ini tidak hanya menjadi forum organisasi, tetapi juga ruang untuk mempererat silaturahmi, memperkuat kebersamaan dan solidaritas antar purna lurah dan pamong se-DIY. Kami ingin memastikan bahwa masa purna tugas tetap dapat dijalani secara bermakna, produktif, dan sejahtera,” ungkap Ani Widayani.

Ia menambahkan bahwa melalui Paguyuban ISMAYA, para purna lurah dan pamong diharapkan tetap dapat memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, bangsa, dan negara, khususnya dalam menjaga nilai-nilai keistimewaan Yogyakarta dan kearifan lokal di tingkat desa dan kalurahan.
Menutup rangkaian kegiatan, Ketua DPRD Kabupaten Bantul mengucapkan selamat melaksanakan Musyawarah Daerah Paguyuban ISMAYA. Ia berharap Musda ini mampu menghasilkan keputusan-keputusan terbaik, memperkuat soliditas organisasi, serta semakin meneguhkan peran ISMAYA sebagai pengawal nilai keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta.
