DPRD Bantul Dukung Penguatan UMKM dan Pelestarian Budaya melalui Bantul Creative Expo dan Mataram Culture Festival 2026

BANTUL – DPRD Kabupaten Bantul menegaskan komitmennya dalam mendukung penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta pelestarian budaya daerah melalui kehadiran unsur pimpinan pada pembukaan Bantul Creative Expo (BCE) 2026 dan Mataram Culture Festival 2026 di Stadion Sultan Agung Bantul, Sabtu (1/8/2026). Kedua agenda yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-195 Kabupaten Bantul tersebut diharapkan mampu menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi berbasis potensi lokal sekaligus memperkuat identitas budaya sebagai daya tarik pariwisata daerah.

 

Pimpinan DPRD Kabupaten Bantul yang hadir dalam kegiatan tersebut yakni Ketua DPRD H. Hanung Raharjo, S.T., Wakil Ketua DPRD Titis Ajeng Ganis Mareti, S.T., dan Wakil Ketua DPRD Agung Laksmono, S.Si., M.Sc., M.Ling. Pembukaan juga dihadiri oleh Bupati dan Wakil Bupati Bantul, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta berbagai unsur masyarakat.

 

Bantul Creative Expo 2026 diselenggarakan mulai 1 hingga 9 Agustus 2026 dengan mengusung tema "Hamemangun Ekonomi, Hamemetri Budaya Edi, Tumuju Karaharjaning Nagari." Tema tersebut mencerminkan semangat membangun ekonomi daerah melalui pemberdayaan potensi lokal yang berjalan seiring dengan pelestarian budaya menuju terwujudnya kesejahteraan masyarakat.

 

 

Tahun ini, BCE menghadirkan 62 stan yang dikelola Panitia Hari Jadi ke-195 Kabupaten Bantul, terdiri atas stan Perangkat Daerah, Kapanewon, Sekolah Menengah, instansi vertikal, RSUD, BUMN/BUMD, perbankan, serta UKM mitra dan binaan pemerintah seperti Dekranasda, HIPMI, dan berbagai asosiasi UMKM lainnya. Selain itu, terdapat 100 stan UMKM swasta yang menyajikan beragam produk unggulan, mulai dari kerajinan, kuliner, fesyen, otomotif, barang elektronik, hingga kebutuhan rumah tangga. Selama penyelenggaraan, masyarakat juga dapat mengikuti Job Fair pada 6–7 Agustus 2026 yang membuka sekitar 1.000 lowongan pekerjaan dari berbagai perusahaan.

 

Ketua DPRD Kabupaten Bantul, H. Hanung Raharjo, S.T., mengatakan Bantul Creative Expo merupakan salah satu instrumen penting dalam memperkuat ekosistem UMKM sekaligus memperkenalkan potensi ekonomi kreatif Kabupaten Bantul kepada masyarakat luas.

 

"Bantul Creative Expo merupakan wujud nyata keberpihakan kepada pelaku UMKM yang selama ini menjadi penggerak utama ekonomi masyarakat. DPRD Kabupaten Bantul mendukung penuh penyelenggaraan kegiatan ini karena mampu membuka peluang pemasaran, memperluas jejaring usaha, serta meningkatkan nilai tambah produk lokal agar semakin berdaya saing. Harapan kami, semakin banyak UMKM Bantul yang naik kelas dan mampu memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah," ujar Hanung.

 

 

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bantul, Titis Ajeng Ganis Mareti, S.T., menambahkan bahwa BCE juga menjadi ruang bagi pelaku usaha untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas produk agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

 

"UMKM merupakan tulang punggung perekonomian daerah. Melalui Bantul Creative Expo, para pelaku usaha memperoleh kesempatan untuk memperkenalkan produk unggulannya, membangun jejaring, serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap produk lokal. Kami berharap kegiatan ini menjadi motivasi bagi UMKM Bantul untuk terus berkembang, berinovasi, dan semakin mampu bersaing di tingkat regional maupun nasional," kata Titis.

 

 

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bantul, Agung Laksmono, S.Si., M.Sc., M.Ling., menilai penyelenggaraan BCE yang dipadukan dengan Mataram Culture Festival merupakan langkah strategis untuk mengembangkan ekonomi kreatif berbasis budaya.

 

"Kegiatan Bantul Creative Expo diharapkan semakin menguatkan geliat UMKM di Kabupaten Bantul dengan menampilkan produk-produk olahan berbahan lokal. Dan melalui Mataram Culture Festival juga menjadi sarana pelestarian budaya istimewa dan penguatan jati diri daerah yang harapannya dapat menunjang kegiatan kepariwisataan," ungkap Agung.

 

Ketua Panitia BCE 2026, Ir. Fenty Yusdayati, M.T., menyampaikan bahwa penyelenggaraan BCE tahun ini menargetkan omzet transaksi sebesar Rp2,367 miliar atau rata-rata Rp262,86 juta per hari. Selain itu, panitia juga menargetkan jumlah pengunjung mencapai 110 ribu orang atau sekitar 12.200 pengunjung setiap hari, sehingga diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat selama penyelenggaraan acara.

 

Melalui Bantul Creative Expo 2026 dan Mataram Culture Festival 2026, DPRD Kabupaten Bantul berharap sinergi antara pemerintah daerah, pelaku UMKM, komunitas budaya, dunia usaha, dan masyarakat terus terjalin dengan baik. Kolaborasi tersebut diharapkan tidak hanya memperkuat daya saing produk lokal dan membuka peluang ekonomi baru, tetapi juga menjaga kelestarian budaya sebagai identitas daerah yang menjadi modal penting dalam mendukung kemajuan pariwisata dan pembangunan Kabupaten Bantul secara berkelanjutan. (DF)