BANTUL – Ketua DPRD Kabupaten Bantul, H. Hanung Raharjo, S.T., mengapresiasi pengembangan areal tebu yang dilakukan PT Madubaru melalui Kerja Sama Operasional (KSO) Madubaru. Dukungan tersebut disampaikan saat menghadiri kegiatan Tanam Perdana Tebu Areal Pengembangan KSO Madubaru MT 2026/2027 di Kebun Depok, Kalurahan Parangtritis, Kapanewon Kretek, Kabupaten Bantul, Kamis (27/08/2026).
Kegiatan tanam perdana tersebut dilakukan oleh Komisaris Utama PT Madubaru, Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Mangkubumi, bersama Bupati Bantul Abdul Halim Muslih, Ketua DPRD Bantul H. Hanung Raharjo, S.T., Direktur Utama PT PG Rajawali I Daniyanto, Direktur PT Madubaru Budi Hidayat, DPKP DIY, GM KSO Madubaru Arief Budiman, serta perwakilan petani tebu.
Dalam kesempatan tersebut, GKR Mangkubumi menjelaskan bahwa areal yang digunakan untuk pengembangan tebu merupakan lahan wedi kengser yang sebelumnya belum dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat. Pengembangan dilakukan melalui kolaborasi pemanfaatan tanah Sultan Ground dengan lahan pelungguh lurah serta sejumlah lokasi milik warga setempat.
Hingga saat ini, PT Madubaru telah melakukan penanaman tebu pada sekitar 2.268 hektare dari target pengembangan seluas 2.400 hektare. Sementara pada kegiatan tanam perdana di Kebun Depok, penanaman dilakukan pada lahan seluas 2,51 hektare.

Ketua DPRD Kabupaten Bantul, H. Hanung Raharjo, S.T., menilai pengembangan tersebut menjadi langkah positif dalam mengoptimalkan potensi lahan sekaligus memperkuat sektor pertanian di Kabupaten Bantul. Menurutnya, pemanfaatan lahan yang sebelumnya belum optimal dapat memberikan nilai tambah apabila dikelola secara produktif dan melibatkan masyarakat.
“Ini merupakan langkah yang sangat positif. Lahan yang sebelumnya belum dimanfaatkan secara optimal sekarang bisa menjadi lahan produktif. Yang tidak kalah penting, pengembangan ini melibatkan petani dan masyarakat, sehingga manfaat ekonominya diharapkan dapat dirasakan secara luas,” ujar Hanung.
Hanung juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, PT Madubaru, pengelola KSO, dan petani agar pengembangan tebu dapat berjalan secara berkelanjutan. DPRD Kabupaten Bantul, lanjutnya, mendukung berbagai upaya yang dapat meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus membuka peluang peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Kalau kolaborasi ini bisa terus dijaga dan dikembangkan, tentu akan memberikan manfaat bagi petani dan perekonomian daerah. Pada saat yang sama, kita ikut berkontribusi dalam mendukung swasembada gula nasional,” tambahnya.
Pengembangan areal tebu Madubaru tersebut diharapkan mampu meningkatkan ketersediaan bahan baku gula sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Dengan target pengembangan mencapai 2.400 hektare, program ini menjadi salah satu langkah konkret dalam mendorong produktivitas lahan dan mendukung upaya mewujudkan swasembada gula nasional. (DF)
