Bantul – Wakil Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Bantul, Dra. Ani Widayani, M.I.P., menghadiri Sarasehan Peringatan Peristiwa Sejarah Hari Jadi Kabupaten Bantul yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan Kabupaten Bantul pada Jumat (10/07/2026) di Pendopo Parasamya, Kompleks Pemerintah Kabupaten Bantul. Kegiatan tersebut menjadi salah satu rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-195 Kabupaten Bantul.
Sarasehan mengangkat tema "Meneladani Kepemimpinan Raden Tumenggung Mangoen Negoro: Merajut Jejak Sejarah menuju Terwujudnya Kabupaten Bantul yang Maju, Kuat, Demokratis, dan Sejahtera dalam Bingkai Keberagamaan dan Budaya Istimewa." Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber, yakni Dr. Ahmad Athoillah, M.A., Dosen Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada, serta Dr. Lilik Suharmaji, M.Pd., Ketua Pusat Studi Mataram.
Dalam pemaparannya, Dr. Ahmad Athoillah menjelaskan perjalanan sejarah wilayah Bantul sejak era Mataram, mulai dari Kerto, Pleret, hingga lahirnya Bantul Karang pasca Perang Jawa. Ia menguraikan bahwa pembentukan Distrik Bantul Karang pada tahun 1831 menjadi tonggak penting dalam perjalanan sejarah Kabupaten Bantul sebagai bagian dari penataan wilayah setelah berakhirnya Perang Jawa. Materi tersebut mengajak peserta memahami bahwa sejarah bukan sekadar catatan masa lalu, tetapi menjadi fondasi dalam membangun identitas daerah dan arah pembangunan di masa depan.

Sementara itu, Dr. Lilik Suharmaji memaparkan kiprah Kanjeng Raden Tumenggung Mangun Negara sebagai Bupati pertama Bantul. Menurutnya, Mangun Negara berperan besar dalam meletakkan fondasi pemerintahan Kabupaten Bantul melalui pembentukan struktur birokrasi, penataan wilayah, pengangkatan aparat pemerintahan, serta menjaga stabilitas keamanan masyarakat pasca Perang Jawa. Nilai kepemimpinan yang mengedepankan keteladanan, keharmonisan, dan pengabdian kepada masyarakat dinilai tetap relevan sebagai inspirasi dalam menjawab tantangan pembangunan daerah saat ini.
Wakil Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Bantul, Dra. Ani Widayani, M.I.P., mengapresiasi penyelenggaraan sarasehan tersebut sebagai ruang refleksi sejarah sekaligus penguatan nilai-nilai kebangsaan bagi masyarakat.
"Melalui sarasehan ini, kita diingatkan bahwa kemajuan Bantul tidak lahir begitu saja, melainkan dibangun dari perjuangan, kebijaksanaan, dan kepemimpinan para pendahulu. Keteladanan KRT Mangun Negara dalam membangun pemerintahan yang kuat, menjaga persatuan, dan mengutamakan kepentingan masyarakat menjadi nilai yang patut kita warisi. Semangat itulah yang perlu terus kita aktualisasikan dalam penyelenggaraan pemerintahan maupun pembangunan daerah agar Bantul semakin maju dan tetap berakar pada budaya serta nilai-nilai luhur," ujar Ani.

Ani menambahkan, pelestarian sejarah merupakan bagian penting dalam membangun karakter masyarakat sekaligus memperkuat identitas daerah. Menurutnya, momentum peringatan Hari Jadi Kabupaten Bantul tidak hanya menjadi perayaan seremonial, tetapi juga menjadi kesempatan untuk menumbuhkan semangat gotong royong dan kebersamaan dalam mewujudkan Bantul yang maju, kuat, demokratis, dan sejahtera.
Melalui kehadiran dalam kegiatan tersebut, DPRD Kabupaten Bantul menunjukkan komitmennya untuk terus mendukung pelestarian sejarah, budaya, dan nilai-nilai luhur yang menjadi jati diri daerah. Sinergi antara pemerintah daerah, DPRD, akademisi, dan masyarakat diharapkan semakin memperkuat pembangunan yang tidak hanya berorientasi pada kemajuan fisik, tetapi juga pada penguatan karakter, kebudayaan, serta kualitas sumber daya manusia. Dengan semangat Hari Jadi ke-195 Kabupaten Bantul, kolaborasi tersebut diharapkan menjadi modal penting dalam mewujudkan Bantul yang semakin maju, kuat, demokratis, sejahtera, dan tetap berlandaskan nilai-nilai budaya istimewa. (DF)
