BANTUL – Pengembangan pertanian berbasis teknologi dinilai dapat membuka peluang baru bagi masyarakat untuk meningkatkan produktivitas sekaligus mengembangkan sumber-sumber ekonomi dari potensi lokal. Hal tersebut terlihat dari pengembangan Green House Saemaul Muntuk di Lumbung Mataraman Muntuk, Kapanewon Dlingo, yang mulai menghasilkan panen melon dan dikembangkan pula sebagai sarana edukasi pertanian.
Ketua DPRD Kabupaten Bantul, H. Hanung Raharjo, S.T., yang menghadiri kegiatan Petik Melon Perdana di Green House Saemaul Muntuk, Kamis (1/10/2026), mengatakan pengembangan pertanian dengan memanfaatkan inovasi dan teknologi perlu terus didorong agar memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Green House Saemaul Muntuk dibangun oleh Yayasan Global Saemaul Indonesia (YGSI) dengan luas sekitar 600 meter persegi. Sebanyak sekitar 800 tanaman melon dikembangkan di dalam greenhouse tersebut, dengan sekitar 700 tanaman di antaranya merupakan varietas Chamoe. Kawasan pertanian tersebut juga ditanami sejumlah komoditas lain, seperti terong, timun, dan kacang panjang.
Menurut Hanung, keberadaan greenhouse dapat menjadi salah satu contoh bagaimana sektor pertanian dikembangkan dengan pendekatan yang lebih produktif dan inovatif. Tidak hanya berorientasi pada hasil panen, pengelolaannya dapat diarahkan untuk memberikan pengalaman dan pengetahuan kepada masyarakat mengenai proses budidaya tanaman.
“Kegiatan ini merupakan wujud nyata dari semangat masyarakat dalam mengembangkan potensi pertanian melalui inovasi dan pemanfaatan teknologi,” ujar Hanung.
Green House Saemaul Muntuk nantinya juga dapat dikunjungi masyarakat untuk memetik melon maupun tanaman lainnya. Pengunjung akan mendapatkan penjelasan mengenai cara menanam dan mengelola tanaman dengan baik. Konsep tersebut memberikan ruang bagi masyarakat untuk mengenal proses pertanian secara langsung, sekaligus membuka potensi pengembangan wisata edukasi berbasis pertanian.
Bagi masyarakat sekitar, keberadaan kawasan tersebut juga berpotensi menciptakan nilai tambah dari hasil pertanian. Produk yang dihasilkan tidak hanya dapat dipasarkan sebagai komoditas, tetapi dapat dikembangkan bersama aktivitas edukasi dan kunjungan. Pengembangan tersebut dapat membuka peluang bagi tumbuhnya usaha pendukung serta memperkenalkan produk lokal kepada masyarakat yang datang ke kawasan Muntuk.

Hanung menilai pengembangan pertanian seperti ini juga penting untuk memperluas pandangan generasi muda terhadap sektor pertanian. Pemanfaatan teknologi dan pengelolaan yang lebih modern dapat membuat pertanian memiliki peluang ekonomi yang semakin beragam.
“Ke depan, sinergi antara masyarakat, pemerintah, dan berbagai pihak perlu terus diperkuat agar sektor pertanian di Kabupaten Bantul semakin maju, produktif, dan inovatif serta mampu memberikan peluang ekonomi bagi generasi muda,” katanya.
Ia berharap Green House Saemaul Muntuk dapat terus berkembang dan dikelola secara berkelanjutan sehingga manfaatnya tidak berhenti pada hasil panen, tetapi dapat memberikan kontribusi terhadap peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat.
Pengembangan Green House Saemaul Muntuk menjadi salah satu gambaran bahwa potensi pertanian lokal dapat dikembangkan melalui kolaborasi dan pemanfaatan teknologi. Ketika produksi pertanian dipadukan dengan edukasi dan aktivitas ekonomi lainnya, lahan pertanian tidak hanya menghasilkan komoditas, tetapi juga dapat menjadi ruang tumbuhnya peluang ekonomi baru bagi masyarakat. (DF)
